Tugas 4 : Network Layer

  • Nama            : I Ketut Wahyu Ariprasasmita
  • NIM              : 1504505088
  • Jurusan         : Teknologi Informasi
  • Fakultas        : Teknik
  • Universitas   : Udayana
  • Mata Kuliah : Manajemen Jaringan dan Server
  • Dosen           : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.




Network Layer

Network layer atau disebut juga dengan IP (Internet ProtocolLayer merupakan layer yang terletak di lapisan ketiga (dilihat dari atas) pada pemodelan layer TCP/IP versi Foruzan. Network layer merepresentasikan bagaimana unit pecahan paket data (yang diberi nama datagram pada Network Layer) dipecah dan di satukan kembali, setelah sebelumnya dibungkus (Encapsulation) dan dibukanya kembali bungkusan paket daya tersebut (Decapsulation).


Network Layer juga merepresntasikan alamat komputer pengirim (Source Host atau komputer asal) dan komputer penerima (Destination Host atau Komputer Tujuan) serta merutekan paket-paket  data tersebut dari komputer pengirim ke komputer penerima.


Layanan pada Network Layer :

Terdapat delapan buah layanan pada Network Layer yang membantu di dalam jalannya fungsionalitas dari Network Layer. Kedelapan buah layanan tersebut meliputi packetizing, Routing, Forwarding, Error Control, Flow Control, Congestion Control, Quality Of Service, dan Security. 

Packetizing

Packetizing merupakan proses pemaketan paket data untuk dapat dikirimkan ke komputer tujuan dari layer teratas menuju ke layer terbawah untuk kemudian diterima dikomputer tujuan. Proses packetizing ini dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi pengiriman dan sisi penerima. Pada komputer pengirim terjadi proses pembungkusan (encapsulation) paket data. Proses Packetizing dimulai dari application layer sampai phsycal layer. Paket data yang telah di enkapsulasi kemudian dikirim melalui jaringan kemudian di decapsulasi pada komputer penerima
Pada Packetizing di sisi komputer penerima, paket data atau unit paket data yang telah dibungkus tersebut, diterima oleh layer paling bawah Physical layer. Kemudian paket data ataupun unit paket data yang telah terbungkus ini dibuka kembali bungkusannya tersebut dan disusun kembali sehingga menjadi paket data yang utuh.
Packetizing juga tidak dapat lepas dari Framing, yaitu adanya sejumlah Frame dari proses pemecahan paket data ke dalam unit paket data yang lebih kecil, yang kemudian dibungkus Encapsulation dan dikirimkan ke komputer tujuan.

Routing

Routing merupakan proses untuk merutekan jarak yang terbaik yang harus dilalui oleh paket data. Adapun algoritma umum yang sering digunakan di dalam layanan Routing adalah BGP (Border  Gateway Protocol) , RIP (Routing Information Protocol) dan OSPF (Open Short Path First). Peran layer pada proses routing adalah sebagai berikut:

a. Network Layer

Pada network layer , Router memerlukan adanya pengalamatan jaringan komputer (dengan adanya IP Address dan table Routing) , proses Routing untuk penentuan rute dari komputer pengrim ke komputer tujuan

b. Data Link Layer

Pada Data Link layer, Router memerlukan adanya pengalamatan secaraa fisik berupa MAC Address dari komputer pengirim dan komputer tujuan, selain alamat jaringan (IP Address) yang telah diperoleh pada Network Layer

c. Physcal Layer

Pada Physical Layer diperlukan adanya hubungan antarkomputer secara fisik sekaligus proses perubahan bit dan sinyal di dalamnya.

Forwarding

Forwarding merupakan proses melanjutkan paket data dari satu router ke router lain. Adapun informasi yang diperlukan dalam forwarding adlaah IP Address dari komputer asal dan komputer tujuan.

Error Control

Error control merupakan proses control kesalahan pada etwork layer dengan memanfaatkan protokol ICMP (Internet Control Message Protocol). Paket data yang rusak,hilang  ataupun terjadi kesalahan akan dikirmkan ulang, terutama jika komputer tersebut reliabel (andal di dalam jaringan komputer) dengan adanya Acknowledgment dan SYN.

Flow Control

Flow Control merupakan proses kontrol jumlah data yang akan dikirim kepada komputer penerima, dimana didalamnya dilakukan kontrol dan kendali terhadap jumlah aliran paket data yang disesuaikan.

Congestion Control

Congestion Controlmerupakan proses dan layananan untuk melakukan kontrol terhadap terjadinga congestion. Congestion merupakan kondisi dimana terdapat  data didalam aliran paket data yang mana telah melebihi daya tampung media penyimpanan (Buffer) pada jaringan komputer sehingga harus dibuang (Drop).

Quality Of Service (QoS)

QoS dilihat dari penyedialayananbersangkutan. Jaringan Komputer sebagai penyedia layanandengan beragam aplikasi, protokol, dan pemodelan didalamnya. Adapun layanan yang disediakan diantaranya adalah layanan multimedia, audio,video dokumen , teks , gambar atau gabungan dari semuanya

Security

Proses pengamanan pada Network Layer diutamakan pada IP Address dan proses Routing.


Fungsi Network Layer

Terdapat tiga fungsi utama network layer. Ketiga buah fungsi tersebut meliputi koneksi yang berbasiskan Connectionless Oriented, Message Forwading, dan pengalamatan pada jaringan komputer berbasiskan IP Address.

Koneksi Berbasiskan Connectionless Oriented

Network Layer memiliki koneksi yang bersifat connectionless oriented. Dengan adanya Connectionless Oriented maka tidak diperlukan adanya persiapan koneksi (setup connection) dan penerimaan ACK, disaat pengiriman maupun penerimaan paket. Sifat Connectionless Oriented memberikan manfaat pada Network Layer  dimana proses koneksi dan transmisi menjadi lebih cepat

Message Forwarding

Message Forwarding merupakan proses mengantarkan paket data dari komputer pengirim ke komputer penerima dengan melewati sejumlah router ataupun komputer lainnya, sesuai dengan rute yang diberikan Router  di dalam tabel Routing.

Pengalamatan Komputer Berbasiskan IP Address

Network Layer memberikan pengalamatan kepada seluruh komputer ataupun alat-alat komputer yang terhubung didalam jaringan dengan IP Address. Pengalamatan yang diberikan IP Address ini terdiri atas pengalamatan IPv4 dan IPv6.

Protocol

Dalam jaringan komputer terutama untuk setiap layer di dalam jaringan  komputer, akan selalu terdapat satu atau beberapa buah protokol. Protokol-protokol tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Dalam Network Layer terdapat tiga buah protokol utama yaitu :


a. ICMP (Internet Control Message Protocol)

ICMP merupakan salah satu jaringan protocol, khususnya pada Network Layer yang umum digunakan untuk mengecek dan menampilkan pesan kesalahan pada jaringan komputer, terkait dengan koneksi antar komputer didalamnya.

Mengingat bahwa Network Layer memberikan pengalamatan dalam bentuk IP Address dan juga proses Routing yang melibatkan Router dan tabel Routing , maka pada IMCP terdapat dua jenis Message (pesan) yang ditampilkan. Pesan tersebut antara lain :

  1.  ICMP Query Message
ICMP Query Message merupakan jenis pesan pada ICMP yang berfungsi untuk mengirimkan informasi berkaitan dengan kondisi dari jaringan komputer bersangkutan kedalam sebuah query message. Didalam ICMP Query Message terdapat tiga bagian utama meliputi Echo dan Echo Reply ( untuk memeriksa aktif tidaknya satu komputer didalam sauatu jaringan), Address Mask (berhubungan dnegan Subnet Mask pada pengalamatan di dalam Network Layer) seta Time Stamp dan Time Stamp Replay (memberikan informasi mengenai waktu yang diperlukan leh suatu paket data didalam pengiriman pada jaringan komputer)
  1. ICMP Error Message

ICMP Error Message merupakan jenis pesan pada ICMP yang berfungsi mengirimkan pesan apabila terjadi kesalahan (Error) di dalam jaringa komputer. ICMP Error Message ini terdiri atas Destination Unreachable (jika jaringan atau komputer lain tidak dapat diraih), Time Exceed (apabila waktu yang diberikan telah habis dilihat dari TTL atau Time To Live) , Redirect (untuk pengalihan suatu paket data ke alamat atau komputer penerima dengan benar), Source Quench(apabila terjadi proses Congesti /Congestion COntrol berupa pembuangan palet data didalam jaringan komputer) dan Parammeter Problem (untuk permaslaahan yang terjadi pada Header IP Packet).

Untuk dapat meggunakan dan melihat ICMP Messsage , kita dapat mengkoneksikan komputer pada suatu jaringan kemudian mengetikan perintah ping alamat dari komputer / server tujuan sehingga dapat diperoleh informasi yang memuat ICM didalamnya.

b. IP (Internet Protocol)


Internet Protokol merupaka  Protokol yang berfungsi didalam proses pengalamatan pada jaringan komputer (berupa IP Address) . Pada jaringan komputer ,Internet Protokol (IP) umumnya selalu bekerja sama dengan protokol TCP (Transmission Control Protokol). Internet Protokol bertugas memeberikan alamat pada komputer dan proses routing, sedangkan TCP bertugas didalam membantu transimisi paket data di dalam sebuah jaringan komputer. .

IP mengirimkan data paket nya kedalam unit paket data bernama datagram. Adapun datagram pada IP terdiri atas dua bagian yang meliputi :

  1. Header IP
Header IP pdaa IP menyediakan informasi dan layanan untuk Routing , fragmentasi dan kontenn di dalam data. Pada proses Deep Packet Inspection (DPI) bagian header IP juga ikut diinspeksi secara lebih mendalam untuk analisis paket data

      2. Payload IP

Payload IP adalah paket IP yang menyediakan Payload (muatan) dari paket IP tersebut. sebagaiamana header IP , payload IP juga berperan pada saat proes DPI (Deep Packet Inspection).

c.  Address Routing Protocol


Address Routing Protocol (ARP)  merupakan protokol didalam jairingan komputer yang bertugas untuk menggabungkan dan meletakan alamat fisik (MAC Address) suatu perangkat keras jaringan komputer ke dalam alamat jaringan komputer berbasiksan internet protocol (IP Address)

Definisi dan Fungsi IP Address

Definisi 

IP Address merupakan alamat identifikasi  unik yang dimiliki setiap komputer dan perangkat terhubung didalam suatu jaringan sebagai penanda dan alamat dari komputer atau perangkat pengubung bersangkutan

IP  Address harus mampu memberikan infomasi penting kepada para pengguna komputer beserta semua komputer dan perangkat yang terhubung didalam jaringan komputer mengenai alamat identifikasi unik dari komputer atau perangkat yang bersangkutan beserta dengan informasi jaringan tempatnya berada

Fungsi

  • Memberikan alamat dan identiitas unik untuk setiap komputer dan perangkat terhubung didalam jaringan komputer
  • Memudahkan Proses Routing untuk memetakan rute yang harus ditempuh oleh paket data didalam perjalannya menuju komputer tujuan
  • Memudahkan dala proses komunikasi didalam jaringan computer


Pengkelasan IPv4


IPv4 yang umum dipakai  saat ini memilki 4 oktet, dimana setiap oktet mampu menangani 255 buah komputer didalamnya.

IPv4 dibagi menjadi berbagai kelas diantaranya :

IPv4 Class A
IPv4 Class A merupakan kelas IPv4 yang disarankan untuk jaringan sekala besar. Hal ini disebabkan karena kelas A memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address dalam bentuk IPv4 dimulai dari 1.0.0.0  hingga 127.255.255.255. Jumlah jangkauan diatas dapat membentuk 126 buah jaringan dimana setiap jaringan dapat menampung 16.777.214 buah komputer host. Pengalamamatan IPv4 digunakan terutama pada IP Public.

IPv4 Class B
IPv4 Class B merupakan kelas IPv4 yang disarankan untuk jaringan berskala menengah hingga keatas. Hal ini disebabkan karena kelas B memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address dalam bentuk IPv4 dimulai dari 128.0.0.0  hingga 191.255.255.255.Jumlah jangkauan diatas dapat membentuk 16.384  buah jaringan dimana setiap jaringan dapat menampung 65.534 buah komputer host. Pengalamamatan IPv4 digunakan baik IP Public maupun IP Private terutama perusahaan dan perguruan tinggi.

IPv4 Class C
IPv4 Class C merupakan kelas IPv4 yang digunakan untuk jaringan berskala kecil . Hal ini disebabkan karena kelas C memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address dalam bentuk IPv4 dimulai dari 192.0.0.0  hingga 223.255.255.255.Jumlah jangkauan diatas dapat membentuk 2.097.152 buah jaringan dimana setiap jaringan dapat menampung 254 buah komputer host. Pengalamamatan IPv4 digunakan utuk jarinagn kecil, semisal kontrakan atau kantor dengan gedung kecil.

IPv4 Class D
IPv4 Class  D merupakan kelas IPv4 yang tidak digunakan untuk kepentingan umum . Hal ini disebabkan karena kelas D hanya digunakan untuk pengalamatan IP Multicast. IP Multicast dimaksudkan sebagai IP untuk komputer untuk mengirimkan suatu paket data ke semua komputer yang terhubung didalam sebuah jaringan. Komunikasi ini umum disebut dengan one way connection.

IPV4 Class D memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address dalam bentuk IPv4 dimulai dari 224.0.0.0  hingga 225.255.255.255.

IPv6

IPv4 yang telah ada memiliki batasan jumlah jaringan yang semakin hari semakin menipis. Untuk emanggulangi hal tersebut maka dibuatlah standar pengalamatan terbaru yakni IPv6. IPv6 menawarkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi IPv4 . Adapun kelebihan yang diberikan IPv6 diantaranya :

  • IPv6 menyediakan header format  sebesar 320 bit sehingga jauh lebih baik dibandingkan IPv4 dalam jumlah paket data yang dintransmisikan didalamnya. Paket pada IPv6 dibedakan menjadi Packet Payload dan Paket Header
  • Alokasi alamt yang diberikan oleh IPv6 jauh lebih banyak dibandingkan IPv4. IPv4 mampu memberikan alokasi alamat sebanyak 4.294.967.296 (32 bit) sedangkan IPv6 telah mendukung alokasi alamat pada jaringan komputer sebanyak 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 buah.
  • IPv6 memperbolehkan adanya ekstensi protokol pada jaringan komputer. dengan adanya ekstensi-ekstensi protokol imi sangat membantu dalam semua proses yang ada di dalam jaringan komputer. Header dair paket-paket data pada IPv6 hanya dibatasi ukuran paket itu sendiri, sedangkan penambahan ekstensi lainnya tidak berpengaruh.
  • IPv6 mendukung keamanan yang lebih baik dibandingkan IPv4 karena pada IPv6 disertakan fitur Internet Protocol Security (IPSec) dengan enkripsi didalamnya.
  • Proses pengiriman paket data pad IPv6 lebih cepat,lebih efisien , lebih efektif dan lebih sederhana dibandingkan IPv4.

  • IPv6 mendukung pengalamatan secara otomatis tanpa bantuan DHCP.
  • IPv6 lebih mendukung perangkat mobile.
  • IPv6 memberikan QoS yang lebih baik dibandingkan IPv4


Subnet


Subneting didefinisikan sebagai proses untuk melakukan Subnet pada pengalamatan jaringan komputer berbasiskan IP Address dengan menggunakan Net Mask dan Subnet Mask. Subnetting digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer baik System Administator , Network Administator mauoun pengguna biasa, didalam mengeleola jaringan , melakukan alokasi IP Address untuk setiap ruangan dan gedungsesuai dengan kebutuhan. Proses Subneting ini dpat dilakukan dengan menggunakan NetMask standar untuk setiap kelas , maupun membaginya ke dalam unit-unit yang lebih kecil yang disebut dengan subnet mask.

REFRENSI

Eka Pratama, I Putu Agus. Handbook Jaringan Komputer. Informatika. Bandung. 2014.

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.