- Nama : I Ketut Wahyu Ariprasasmita
- NIM : 1504505088
- Jurusan : Teknologi Informasi
- Fakultas : Teknik
- Universitas : Udayana
- Mata Kuliah : Manajemen Jaringan dan Server
- Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
Network Layer
Network layer atau disebut juga dengan IP (Internet Protocol) Layer merupakan
layer yang terletak di lapisan ketiga (dilihat dari atas) pada pemodelan layer
TCP/IP versi Foruzan. Network layer merepresentasikan bagaimana unit pecahan
paket data (yang diberi nama datagram pada Network Layer) dipecah dan di
satukan kembali, setelah sebelumnya dibungkus (Encapsulation) dan
dibukanya kembali bungkusan paket daya tersebut (Decapsulation).
Network Layer
juga merepresntasikan alamat komputer pengirim (Source Host atau komputer asal)
dan komputer penerima (Destination Host atau Komputer Tujuan) serta merutekan
paket-paket data tersebut dari komputer
pengirim ke komputer penerima.
Layanan pada Network Layer :
Terdapat delapan buah layanan pada Network Layer yang
membantu di dalam jalannya fungsionalitas dari Network Layer. Kedelapan buah
layanan tersebut meliputi packetizing, Routing, Forwarding, Error Control, Flow
Control, Congestion Control, Quality Of Service, dan Security.
Packetizing
Packetizing
merupakan proses pemaketan paket data untuk dapat dikirimkan ke komputer tujuan
dari layer teratas menuju ke layer terbawah untuk kemudian diterima dikomputer
tujuan. Proses packetizing ini dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi
pengiriman dan sisi penerima. Pada komputer pengirim terjadi proses
pembungkusan (encapsulation) paket data. Proses Packetizing dimulai dari
application layer sampai phsycal layer. Paket data yang telah di enkapsulasi
kemudian dikirim melalui jaringan kemudian di decapsulasi pada komputer
penerima
Pada Packetizing
di sisi komputer penerima, paket data atau unit paket data yang telah dibungkus
tersebut, diterima oleh layer paling bawah Physical layer. Kemudian paket data
ataupun unit paket data yang telah terbungkus ini dibuka kembali bungkusannya
tersebut dan disusun kembali sehingga menjadi paket data yang utuh.
Packetizing juga
tidak dapat lepas dari Framing, yaitu adanya sejumlah Frame dari proses
pemecahan paket data ke dalam unit paket data yang lebih kecil, yang kemudian
dibungkus Encapsulation dan dikirimkan ke komputer tujuan.
Routing
Routing
merupakan proses untuk merutekan jarak yang terbaik yang harus dilalui oleh
paket data. Adapun algoritma umum yang sering digunakan di dalam layanan
Routing adalah BGP (Border Gateway
Protocol) , RIP (Routing Information Protocol) dan OSPF (Open Short Path
First). Peran layer pada proses routing adalah sebagai berikut:
a. Network Layer
Pada network
layer , Router memerlukan adanya pengalamatan jaringan komputer (dengan adanya
IP Address dan table Routing) , proses Routing untuk penentuan rute dari
komputer pengrim ke komputer tujuan
b. Data Link
Layer
Pada Data Link
layer, Router memerlukan adanya pengalamatan secaraa fisik berupa MAC Address
dari komputer pengirim dan komputer tujuan, selain alamat jaringan (IP Address)
yang telah diperoleh pada Network Layer
c. Physcal Layer
Pada Physical
Layer diperlukan adanya hubungan antarkomputer secara fisik sekaligus proses
perubahan bit dan sinyal di dalamnya.
Forwarding
Forwarding
merupakan proses melanjutkan paket data dari satu router ke router lain. Adapun
informasi yang diperlukan dalam forwarding adlaah IP Address dari komputer asal
dan komputer tujuan.
Error Control
Error control
merupakan proses control kesalahan pada etwork layer dengan memanfaatkan
protokol ICMP (Internet Control Message Protocol). Paket data yang
rusak,hilang ataupun terjadi kesalahan
akan dikirmkan ulang, terutama jika komputer tersebut reliabel (andal di dalam
jaringan komputer) dengan adanya Acknowledgment dan SYN.
Flow Control
Flow Control
merupakan proses kontrol jumlah data yang akan dikirim kepada komputer
penerima, dimana didalamnya dilakukan kontrol dan kendali terhadap jumlah
aliran paket data yang disesuaikan.
Congestion Control
Congestion
Controlmerupakan proses dan layananan untuk melakukan kontrol terhadap
terjadinga congestion. Congestion merupakan kondisi dimana terdapat data didalam aliran paket data yang mana
telah melebihi daya tampung media penyimpanan (Buffer) pada jaringan komputer
sehingga harus dibuang (Drop).
Quality Of Service (QoS)
QoS dilihat dari
penyedialayananbersangkutan. Jaringan Komputer sebagai penyedia layanandengan
beragam aplikasi, protokol, dan pemodelan didalamnya. Adapun layanan yang
disediakan diantaranya adalah layanan multimedia, audio,video dokumen , teks ,
gambar atau gabungan dari semuanya
Security
Proses
pengamanan pada Network Layer diutamakan pada IP Address dan proses Routing.
Fungsi Network Layer
Terdapat tiga fungsi utama network layer. Ketiga buah fungsi tersebut meliputi koneksi yang berbasiskan
Connectionless Oriented, Message Forwading, dan pengalamatan pada jaringan
komputer berbasiskan IP Address.
Koneksi Berbasiskan Connectionless Oriented
Network Layer
memiliki koneksi yang bersifat connectionless oriented. Dengan adanya
Connectionless Oriented maka tidak diperlukan adanya persiapan koneksi (setup
connection) dan penerimaan ACK, disaat pengiriman maupun penerimaan paket.
Sifat Connectionless Oriented memberikan manfaat pada Network Layer dimana proses koneksi dan transmisi menjadi
lebih cepat
Message Forwarding
Message
Forwarding merupakan proses mengantarkan paket data dari komputer pengirim ke
komputer penerima dengan melewati sejumlah router ataupun komputer lainnya, sesuai
dengan rute yang diberikan Router di
dalam tabel Routing.
Pengalamatan Komputer Berbasiskan IP Address
Network Layer
memberikan pengalamatan kepada seluruh komputer ataupun alat-alat komputer yang
terhubung didalam jaringan dengan IP Address. Pengalamatan yang diberikan IP
Address ini terdiri atas pengalamatan IPv4 dan IPv6.
Protocol
Dalam jaringan komputer terutama untuk setiap layer di dalam
jaringan komputer, akan selalu terdapat
satu atau beberapa buah protokol. Protokol-protokol tersebut memiliki fungsinya
masing-masing. Dalam Network Layer terdapat tiga buah protokol utama yaitu :
a. ICMP (Internet
Control Message Protocol)
ICMP merupakan
salah satu jaringan protocol, khususnya pada Network Layer yang umum digunakan
untuk mengecek dan menampilkan pesan kesalahan pada jaringan komputer, terkait
dengan koneksi antar komputer didalamnya.
Mengingat bahwa
Network Layer memberikan pengalamatan dalam bentuk IP Address dan juga proses
Routing yang melibatkan Router dan tabel Routing , maka pada IMCP terdapat dua
jenis Message (pesan) yang ditampilkan. Pesan tersebut antara lain :
- ICMP Query
Message
ICMP Query
Message merupakan jenis pesan pada ICMP yang berfungsi untuk mengirimkan
informasi berkaitan dengan kondisi dari jaringan komputer bersangkutan kedalam
sebuah query message. Didalam ICMP Query Message terdapat tiga bagian utama
meliputi Echo dan Echo Reply ( untuk memeriksa aktif tidaknya satu komputer
didalam sauatu jaringan), Address Mask (berhubungan dnegan Subnet Mask pada
pengalamatan di dalam Network Layer) seta Time Stamp dan Time Stamp Replay
(memberikan informasi mengenai waktu yang diperlukan leh suatu paket data
didalam pengiriman pada jaringan komputer)
- ICMP Error Message
ICMP Error
Message merupakan jenis pesan pada ICMP yang berfungsi mengirimkan pesan
apabila terjadi kesalahan (Error) di dalam jaringa komputer. ICMP Error Message
ini terdiri atas Destination Unreachable (jika jaringan atau komputer lain
tidak dapat diraih), Time Exceed (apabila waktu yang diberikan telah habis
dilihat dari TTL atau Time To Live) , Redirect (untuk pengalihan suatu paket
data ke alamat atau komputer penerima dengan benar), Source Quench(apabila
terjadi proses Congesti /Congestion COntrol berupa pembuangan palet data
didalam jaringan komputer) dan Parammeter Problem (untuk permaslaahan yang
terjadi pada Header IP Packet).
Untuk dapat
meggunakan dan melihat ICMP Messsage , kita dapat mengkoneksikan komputer pada
suatu jaringan kemudian mengetikan perintah ping alamat dari komputer / server
tujuan sehingga dapat diperoleh informasi yang memuat ICM didalamnya.
b. IP (Internet Protocol)
Internet
Protokol merupaka Protokol yang
berfungsi didalam proses pengalamatan pada jaringan komputer (berupa IP
Address) . Pada jaringan komputer ,Internet Protokol (IP) umumnya selalu
bekerja sama dengan protokol TCP (Transmission Control Protokol). Internet
Protokol bertugas memeberikan alamat pada komputer dan proses routing,
sedangkan TCP bertugas didalam membantu transimisi paket data di dalam sebuah
jaringan komputer. .
IP mengirimkan
data paket nya kedalam unit paket data bernama datagram. Adapun datagram pada
IP terdiri atas dua bagian yang meliputi :
- Header IP
Header IP pdaa
IP menyediakan informasi dan layanan untuk Routing , fragmentasi dan kontenn di
dalam data. Pada proses Deep Packet Inspection (DPI) bagian header IP juga ikut
diinspeksi secara lebih mendalam untuk analisis paket data
2. Payload IP
Payload IP
adalah paket IP yang menyediakan Payload (muatan) dari paket IP tersebut.
sebagaiamana header IP , payload IP juga berperan pada saat proes DPI (Deep
Packet Inspection).
c. Address
Routing Protocol
Address Routing
Protocol (ARP) merupakan protokol
didalam jairingan komputer yang bertugas untuk menggabungkan dan meletakan
alamat fisik (MAC Address) suatu perangkat keras jaringan komputer ke dalam
alamat jaringan komputer berbasiksan internet protocol (IP Address)
Definisi dan Fungsi IP Address
Definisi
IP Address
merupakan alamat identifikasi unik yang
dimiliki setiap komputer dan perangkat terhubung didalam suatu jaringan sebagai
penanda dan alamat dari komputer atau perangkat pengubung bersangkutan
IP Address harus mampu memberikan infomasi
penting kepada para pengguna komputer beserta semua komputer dan perangkat yang
terhubung didalam jaringan komputer mengenai alamat identifikasi unik dari
komputer atau perangkat yang bersangkutan beserta dengan informasi jaringan
tempatnya berada
Fungsi
- Memberikan alamat dan identiitas unik untuk setiap komputer dan perangkat terhubung didalam jaringan komputer
- Memudahkan Proses Routing untuk memetakan rute yang harus ditempuh oleh paket data didalam perjalannya menuju komputer tujuan
- Memudahkan dala proses komunikasi didalam jaringan computer
Pengkelasan IPv4
IPv4 yang umum
dipakai saat ini memilki 4 oktet, dimana
setiap oktet mampu menangani 255 buah komputer didalamnya.
IPv4 dibagi
menjadi berbagai kelas diantaranya :
IPv4 Class A
IPv4 Class A
merupakan kelas IPv4 yang disarankan untuk jaringan sekala besar. Hal ini
disebabkan karena kelas A memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address
dalam bentuk IPv4 dimulai dari 1.0.0.0
hingga 127.255.255.255. Jumlah jangkauan diatas dapat membentuk 126 buah
jaringan dimana setiap jaringan dapat menampung 16.777.214 buah komputer host.
Pengalamamatan IPv4 digunakan terutama pada IP Public.
IPv4 Class B
IPv4 Class B
merupakan kelas IPv4 yang disarankan untuk jaringan berskala menengah hingga
keatas. Hal ini disebabkan karena kelas B memiliki jangkauan untuk pengalamatan
IP Address dalam bentuk IPv4 dimulai dari 128.0.0.0 hingga 191.255.255.255.Jumlah jangkauan
diatas dapat membentuk 16.384 buah
jaringan dimana setiap jaringan dapat menampung 65.534 buah komputer host.
Pengalamamatan IPv4 digunakan baik IP Public maupun IP Private terutama
perusahaan dan perguruan tinggi.
IPv4 Class C
IPv4 Class C
merupakan kelas IPv4 yang digunakan untuk jaringan berskala kecil . Hal ini
disebabkan karena kelas C memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address
dalam bentuk IPv4 dimulai dari 192.0.0.0
hingga 223.255.255.255.Jumlah jangkauan diatas dapat membentuk 2.097.152
buah jaringan dimana setiap jaringan dapat menampung 254 buah komputer host.
Pengalamamatan IPv4 digunakan utuk jarinagn kecil, semisal kontrakan atau
kantor dengan gedung kecil.
IPv4 Class D
IPv4 Class D merupakan kelas IPv4 yang tidak digunakan
untuk kepentingan umum . Hal ini disebabkan karena kelas D hanya digunakan
untuk pengalamatan IP Multicast. IP Multicast dimaksudkan sebagai IP untuk
komputer untuk mengirimkan suatu paket data ke semua komputer yang terhubung
didalam sebuah jaringan. Komunikasi ini umum disebut dengan one way connection.
IPV4 Class D
memiliki jangkauan untuk pengalamatan IP Address dalam bentuk IPv4 dimulai dari
224.0.0.0 hingga 225.255.255.255.
IPv6
IPv4 yang telah
ada memiliki batasan jumlah jaringan yang semakin hari semakin menipis. Untuk
emanggulangi hal tersebut maka dibuatlah standar pengalamatan terbaru yakni
IPv6. IPv6 menawarkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi IPv4 . Adapun
kelebihan yang diberikan IPv6 diantaranya :
- IPv6 menyediakan header format sebesar 320 bit sehingga jauh lebih baik dibandingkan IPv4 dalam jumlah paket data yang dintransmisikan didalamnya. Paket pada IPv6 dibedakan menjadi Packet Payload dan Paket Header
- Alokasi alamt yang diberikan oleh IPv6 jauh lebih banyak dibandingkan IPv4. IPv4 mampu memberikan alokasi alamat sebanyak 4.294.967.296 (32 bit) sedangkan IPv6 telah mendukung alokasi alamat pada jaringan komputer sebanyak 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 buah.
- IPv6 memperbolehkan adanya ekstensi protokol pada jaringan komputer. dengan adanya ekstensi-ekstensi protokol imi sangat membantu dalam semua proses yang ada di dalam jaringan komputer. Header dair paket-paket data pada IPv6 hanya dibatasi ukuran paket itu sendiri, sedangkan penambahan ekstensi lainnya tidak berpengaruh.
- IPv6 mendukung keamanan yang lebih baik dibandingkan IPv4 karena pada IPv6 disertakan fitur Internet Protocol Security (IPSec) dengan enkripsi didalamnya.
- Proses pengiriman paket data pad IPv6 lebih cepat,lebih efisien , lebih efektif dan lebih sederhana dibandingkan IPv4.
- IPv6 mendukung pengalamatan secara otomatis tanpa bantuan DHCP.
- IPv6 lebih mendukung perangkat mobile.
- IPv6 memberikan QoS yang lebih baik dibandingkan IPv4
Subnet
Subneting
didefinisikan sebagai proses untuk melakukan Subnet pada pengalamatan jaringan
komputer berbasiskan IP Address dengan menggunakan Net Mask dan Subnet Mask.
Subnetting digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer baik System
Administator , Network Administator mauoun pengguna biasa, didalam mengeleola
jaringan , melakukan alokasi IP Address untuk setiap ruangan dan gedungsesuai
dengan kebutuhan. Proses Subneting ini dpat dilakukan dengan menggunakan
NetMask standar untuk setiap kelas , maupun membaginya ke dalam unit-unit yang
lebih kecil yang disebut dengan subnet mask.
REFRENSI
Eka Pratama, I
Putu Agus. Handbook Jaringan Komputer. Informatika. Bandung. 2014.

0 komentar:
Posting Komentar